Tuesday, 26 February 2019

Rinnai Sahabat Setia Bunda Memasak

Dok. Pribadi
Memasak adalah kegiatan rumah tangga yang terkadang dianggap ribet dan menjengkelkan bagi sebagian ibu rumah tangga. Apalagi kalau saya ingat jaman dahulu saat memasak masih menggunakankayu. Apa yang dimakan tidak sepadan dengan bagaimana proses mewujudkan menjadi makanan. Terutama ketika saat musim hujan, kayu pada basah,kegiatan memasak laksana pabrik pindah yang sedang beroperasi.

Kayu menjadi pilihan karena LPG pada saat itu adanya yang berukuran besar dan harganya sangat mahal. Terkadang bagi mereka yang punya uang lebih bahkan lebih memilih pakai kompor minyak tanah daripada pakai LPG.

Dengan berjalannya waktu, alhamdulllah pemerintah mengeluarkan tabung LPG bersubsidi dengan berat  3 kg yang harganya sangat terjangkau. Dulu mulai harga awal sekitar 13.000 an sampai sekarang menjadi 20.000 an. Setelah munculnya LPG bersubsidi, masyarakat berbondong-bondong semangat beralih dari kayu ke kompor. Dan kompor yang sejak awal dibeli adalah dari produk Rinnai yang stainlis. Dari dulu sampai sekarang ibupun juga masih setia dengan rinnai. Saya amati saudara,tetangga dan teman-teman jugabanyak yang pakai rinnai.

Secara kualitas, kompor produk dari rinnai sudah terbukti dan tidak usah diragukan lagi. Kalau mau testimony silahkan langsung saja ke tetangga anda yang sudah lama menggunakan, maka anda akan menemukan jawaban komporku awet. 

Pernah waktu saya main ke rumah kakak ipar, saya tahu ada onggrokan kompor di gudang. Saya amati kompornya masih sangat bagus,dan tidak ada lecet atau bagian yang patah. Paling Cuma hilang tulisan dan catnya saja, selebihnya masih bagus dan tungkunyapun gak berkarat. Setelah saya tanyakan kenapa kompor itu ada di gudang, si kakak menjawab karena dia pingin ganti. Katanya sudah hampir 10 tahun menggunakan kompor rinnai tapi gak rusak-rusak. Akhirnya dia beli yang baru dan yang lama dikasihkan ke saudara.  

Selidik punya selidik, memang kakak ipar adalah orang yang telaten dalam urusan membersihkan kompor. Setiap seminggu sekali bagian tengah dari tunggku yang terbuat dari besi selalu rutin direndam dengan spirtus sekitar 15 menit kemudian angkat dan langsung dilap dengan kain bersih dan tidak dicuci dengan air. 

Makanya gak berkarat dan masih bagus walau sudah hampir 10 tahun nan. Ini pesan yang terpenting bagi kita, apapun benda yang kita miliki terkadang selain factor memang barangnya yang berkualitas, factor perawatan juga tidak boleh diabaikan.  Karena semahal apapun barangnya, jika kita biarkan begitu saja (tidak pernah dibersihkan) maka jangan tanya keawetanya. 


Membersihkan sebenarnya perkara yang mudah andai kita bisa mlakukannya secara terjadwal dan rutin. Minimal tiap habis masak cukup dengan lap dan seminggu sekali onderdil bagian tengah direndam dengan spirtus atau minyak tanah agar tidak mudah berkarat. Karena jika kita males membersihkan secara rutin, maka kotoran yang akan nempelpun juga semakin banyak dan tentunya juga butuh tenaga ekstra untuk membersihkannya. So, sayangilah  barang anda dengan mebiasakan hidup bersih.  .
 

Bunda ada yang perlu anda tahu, bahwa banyak sekali model kompor rinnai yang bisa anda pilih sesuai kebutuhan. Dan produk rinnai tidak hanya kompor saja, namun ada juga perabot rumah tangga yang lain seperti selang kompor, water heater dan masih banyak lain. Info lengkapnya anda bisa kunjungi alamat fb rinnai pada link berikut https://www.facebook.com/Rinnai.Indonesia dan juga di instagram rinnai 

Wednesday, 13 February 2019

KEMBALI

Dunia tak slamanya nampak mempesona
Kecantikan, kemapanan tak selamanya melekat di raga
Waktu terus mengejar sampai saatnya tiba
Kun fayakun dalam sekejap smua akan binasa

Tuhan itu baik
Dia selalu memberi kesempatan pd hambaNya
Hanya saja dosa mnutupi mata batin mreka

Sujud...
Sujudlah di saat kau masih mampu bangkit sendiri
Itu pertanda smua belum sgera kembali
Dan pintu ampunan Tuhan masih terbuka disini

Kembali...
Kembalilah meniti cita-cita yang pasti
Bangunkan istri, tuk ikut meraihnya bersama
Mengharap ridlonya atas hidup yang fana

Sematkan harapan pd anak cucu jua
Bukankah mereka aset yang ssungguhnya???
This too shall pass
Ingatlah tiada yang abadi di dunia ini..
Senjapun akan menutup hari.

-- moshrefa_siti --


Thursday, 7 February 2019

Kisah Cinta Luna Saat SMA


#KisahCintaLunaSaatSMA 

Sosok luna sebelum SMA

Luna adalah gadis remaja yang beranjak dewasa. Dia merupakan gadis berambisi yang punya impian ingin bisa terus melanjutkan pendidikannya sampai ke jenjang universitas. Namun, luna hanyalah gadis desa yang berasal dari keluarga tidak mampu. 

Orang tuanya hanyalah buruh tani yang penghasilannya tidak bisa dipastikan dan hanya cukup buat beli kebutuhan pokok. Namun luna adalah gadis penurut dan tidak pernah mengeluh. Hari-harinya diluar sekolah selalu di isinya dengan membantu orang tua mulai menggembala kambing, mencuci, menyapu dan sampai ikut mengasuh adik-adiknya ketika ibunya ke ladang.  

Sisi lain dari orang tuanya adalah mereka merupakan sosok orang tua yang keras, religious dan kolot. Sehingga luna tumbuh menjadi gadis yang pemalu dan pendiam. Tak pernah terlihat olehnya bermain dengan teman laki-laki apalagi ngobrol berduaan. Prinsip untuk tidak berpacaranpun terpatri dihatinya yang rapuh karena hidup dilingkungan yang penuh tekanan. 

Karena masalah ekonomi, saat SMA luna tidak lagi berada di rumah. Dia sekolah sambil bekerja dan sesekali ikut mengaji karena tempat kerjanya dekat dengan pondok pesantren. Saat SMA inilah pengalaman terkait sosok laki-laki selalu menghantui kehidupan luna. 

Dan rata-rata laki-laki yang ingin dekat dengannya, langsung mengajak serius ke jenjang pernikahan. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka, padahal pada saat itu luna baru SMA kelas XI. Sosok laki-laki tersebut mulai dari anak dari gurunya, keponakan kiyai setempat, keponakan majikannya, teman seangkatannya dan yang terakhir seorang duda beranak satu yang tak lain adalah pengawas UAN (Ujian Akhir Nasional) dari pusat, padahal dia hanya beberapa kali bertemu luna saat ujian berlangsung.  

#KisahCintaLunaSaat SMA 

Episode : Cemburu

Sudah dua hari tubuh luna terasa meriang gak karuan. Badan lemas lunglai bagai tanaman Sulur yang telah layu. Rasanya hanya ingin bersandar di bahu sisi ranjang besi tua yang sudah terlihat berkarat karena cat birunya sudah terkikis oleh waktu, itulah khas ranjang jadul peninggalan nenek moyang luna.

“Lun,,, kamu itu ngapain to kok tidur-tiduran melulu…??”

“Badanku rasanya lemas pak, kepala pusing dan gak nafsu makan…”

“La kalau sakit mbok dang pijet sana nanti lak dang enteng (read ringan).”

Pijat selalu menjadi penolongan pertama ketika diketahui salah satu anggota keluarga luna sakit. Selain karena factor lebih murah dari pada ke dokter, lokasinya juga lebih menjangkau karena tidak butuh transport, dan tinggal jalan kaki saja. Karena kendaraan sepeda ontel adalah satu-satunya sarana transportasi yang dimiliki keluarga luna.

“Enggak pak, aku gak sakit kok cuma kecapek an dan hanya butuh istirahat saja. Sudah bapak gak usah menghawatirkan luna”.

Dengan nada lirih dan meraba dahi luna bapaknya menimpali “Lawong badan kamu anget gitu lhoo…!!!” Sambil terus memandangi  luna dengan tatapan penasaran yang seakan penuh pertanyaan.

Tiba-tiba saja dari arah dapur terdengar suara “Luna itu suruh bangun, nyapu apa nyuci sana lhooo..!!! dari kemarin kok tiduran terus??”

“Buk… luna itu sakit. Demam ini lho tubuhnya”

“Kalau sakit pijat biar cepet sembuh, dari kemarin kok tiduran melulu”.

Ibuk luna memang agak keras kalau bicara, nadanya pun terkesan seperti orang yang lagi marah. Namun luna selalu memaklumi kondisi ibunya. Dia berpikir semua ini terjadi karena kehidupan mereka yang keras, serba pas-pasan sedangkan banyak kebutuhan yang mesti dipenuhi.

Bapaknya pun beranjak meninggalkan luna yang dari tadi tidak mau membuka mata. Ternyata sejenak dia kembali dengan membawa selimut garis-garis hijau yang sudah pudar dan lusuh dan biasa orang jaman dulu menyebutnya dengan kampli.

“Lun, pakai selimut ya biar gak dingin…”

Saat selimut mulai menutupi hampir seluruh tubuh luna, dengan tanpa sengaja bapak melihat sesuatu tergeletak didekat tangan luna.

Setelah diambil dengan pelan dan tanpa suara, ternyata benda tersebut adalah secarik kertas yang diremas-remas terkoyak sampai banyak bagian yang sobek.

Sambil duduk dikursi kayu yang terletak disamping ranjang pas di bagian sisi atas kepala luna, pelan-pelan kertas itu dibuka dan ternyata merupakan surat dari mbaknya yang dititipkan satu bulan yang lalu saat bapaknya sambang ke pondok (sambang = menjenguk). Yang mana isi dari surat tersebut adalah sebagai berikut:

“ Hi adekku yang cantik dan pendiam… dua minggu lagi kamu kan udah kelulusan, nanti nglanjutin sekolah dan mondok di sini ya. Nih udah aku siapin satu kasur bekas teman sekamarku yang udah boyong tapi masih bagus kok makanya aku sembunyikan khusus buat kamu nanti kalau ke sini.

Di sini enak dek, nanti kalau ada apa-apakan ada mbak yang jagain kamu. Tiap hari kita tinggal makan gak usah masak, enak gak kayak di rumah yang tiap hari harus menggembala kambing, jadi tukang cuci dan seabrek kerjaan yang gak pernah ada selesainya. Di sini kita bisa focus belajar dan mengaji.

Di sini sekolahnya bagus, lokasinya luas, santrinya banyak, jadi kita bisa berkompetisi dengan teman yang lain. Kalau umpama kamu gak kerasan di sini, kamu juga bisa memilih mau ngaji ke kyai siapa. Karena sebenarnya di sini banyak pondok yang lokasinya saling berdekatan. 

Ada Mansyaul Huda 2, An-Nihayah, Roudlotutholibin dan Al-Hidayah. Dan semua mayoritas masih dzuriyyah (red saudara).

Kalau yang aku tempati ini di PP Mansyaul Huda 2 yang di asuh oleh KH. Muh. Muhyiddin. Bapak beliau masih besannya KH. Maimun Zubai sarang. Dan beliau sendiri adalah besannya almarhum mbah Dim tegalrejo. Beliau mukanya teduh, sabar, tak sekalipun aku melihat beliau marah pada santrinya. Terkadang kalau ada santri pulang kehabisan uang, tak jarang beliau selalu ngasih untuk ongkos transport. Makanya aku merasa beruntung sekali bisa mondok di sini.

Dek,,, aku suka kasian kalau ingat sama kamu. Dulu kita mengerjakan semua bareng-bareng, kalau aku tinggal berarti kamu kerjakan semua sendiri.

Aku kadang pilu dek,,, saat ingat kamu dibentak-bentak ibuk atau bahkan dipukul karena kesalahan sepele yang gak masuk akal. Aku yakin,,, sebenarnya kamu sudah berusaha membantu beliau semaksimal mungkin yang kamu bisa.

Kita dulu susah bareng aku ingin kita sukses juga bareng. Dan sampai sekarang aku masih ingat kalau kamu ingin mondok ditempat yang kualitasnya bagus dan pengasuhnya kyai sepuh agar mendapat barokah. Makanya aku rekomendasikan kamu untuk ke sini.

Yaudah itu saja ya dek pesan dari aku. Dan jangan lupa kalau habis kelulusan langsung aja bilang ke bapak kalau minta ke sini.

Salam kakak mu yang paling cerewet…”

Setelah semua surat selesai dibaca, tiba-tiba luna terbangun dan teringat sesuatu.

“Pak!! Tahu kertas yang tadi di sini???”

Dengan muka terkejut ternyata apa yang dia tanyakan sudah jatuh ke tangan bapaknya. Padahal selama ini dia sembunyikan dan berusaha agar bapak/ibuknya tidak tahu.

“Lho kok sama bapak!!!!!!” langsunglah ditarik kertas yang masih dipegang bapak.

“Luna… ini surat dari mbak mu yang saat itu dititipin ke bapak??”

Dengan mengambil nafas panjang luna menjawab dengan singkat “Iya!”

“Kamu ingin ikut mondok mbakmu di Senori Tuban…??”

“Iya pak…. Selama 2 minggu ini aku menunggu bapak membahas kemana aku melanjutkan sekolah. Tapi aku tunggu bapak/ibuk kayaknya gak ada waktu untuk memikirkan hal itu. Aku jadi gak berani bilang.”

Kalau terkait masalah pendidikan, dari dulu luna merasa kalau orang tuanya memperlakukan berbeda antara dia dan kakaknya.

Namun, luna tidak pernah mengeluh ataupun protes terkait hal itu. Karena dia sadar walau selama dia di MTs berada di kelas favorit, akan tetapi peringkatnya selalu beada di kisaran 22, 18, 15 dan sekali dapat peringkat 9, dan ini adalah prestasi terbaik yang pernah dia capai.

Beda dengan kakaknya yang tak pernah beranjak dari urutan 1,2 dan 3.

“Luna,, bapak lagi gak ada uang. Ini aja kakakmu bulan depan minta kiriman lagi bapak belum punya. Belum lagi adek-adekmu sebentar lagi pada mau ujian kan bayar juga.”

Spontan air mata luna tak henti-hentinya menetes karena dia tahu kalau angannya selama ini akan pupus. Dan dia juga selalu ingat bagaimana 2 tahun yang lalu saat kakaknya lulus, orang tuanya begitu antusias untuk memenuhi keinginan kakaknya untuk mondok ke Senori.

Luna membuat teori konspirasi sendiri, sebenarnya semua bukan hanya terkait biaya. “Andai saja dia anak berprestasi seperti kakaknya pasti bapak akan memiliki jawaban yang berbeda” terpikir dalam angannya.

“Yaudah pak, saya manut mau bapak sekolahkan ke mana yang penting saya bisa melanjutkan sekolah lagi”. Jawab luna dengan nada penuh pasrah.

“Iya, nanti bapak tak cari info agar kamu selain sekolah juga bisa dapat biaya tambahan agar ketika orang tua gak bisa ngirim uang, kamu sudah punya sendiri.”

Luna menganggukkan kepala, padahal di hatinya ada perasaan cemburu yang amat atas perbedaan perlakuan orang tuanya yang jelas-jelas diperlihatkan padannya. Karena tak terdengar sekalipun kata yang keluar dari mulut orang tuanya menyuruh kakaknya untuk sekolah sambil bekerja.

Dan saat kakaknya SMP (masih di rumah) pernah ada kejadian, bapaknya melabrak salah satu guru kakaknya. Karena dia gak terima anaknya yang selalu dianggap pintar diberi nilai 6. Luna pun berpikir

“Sampai segitunyakah orang tuaku memperhatikan, memperjuangkan, dan membela kakakku??”

Dan kejadian itu selalu melekat dimemori luna, padahal pada saat itu dia masih duduk di bangku SD. 

Namun luna adalah gadis pendiam yang hanya akan memendam rasa yang tak mampu diungkapkan.

“Sudah dang bangun pijat dulu sana kalau masih gak enak badan. Nih uangnya,,,” Bapaknya menyodorkan uang 15.000 sebagai upah pijat.

“Makasih pak…”

 “Diantar gak lun,,,??”

“Gak usah pak, aku masih kuat kok berjalan sendiri.” Jarak rumah tukang pijat dengan rumah luna hanya sekitar 200 meter.

“Ya sudah, kalau begitu bapak mau ke ladang dulu, mau guyang kambing di sungai.”

Dari pintu kamar, luna mengamati gerak langkah kaki bapaknya menuju ke kandang.

Terlihat bapaknya keluar dari kandang dengan menarik satu induk dan di iringi 4 anak yang besarnya sudah hampir sama dengan induknya. 

Melihat bapaknya yang hanya buruh tani, dan beternak dengan 5 kambing. Rasanya dalam hati luna tidak sampai hati jika meminta ini itu pada orang tuanya. Dia hanya berprinsip sami’na wa ato’na pada orang tuanya. Apapun yang dikatakan orang tua dia akan nurut, karena dalam keyakinannya keberkahan dan kesuksesan akan selalu datang bagi mereka yang membahagia dan tidak merepotkan orang tua.

Jam dinding menunjukkan pukul 09.15, dan perut luna tiba-tiba terasa sangat lapar. Dia sadar kalau gak bangun, gak bakalan ada nasi datang menghampiri mulutnya.

Karena ibuk luna sibuk sendiri dan luna dianggap sehat. Jadi gak ada yang akan mengambilkan nasi.

Dengan ayunan langkah agak berat karena badannya masih terasa lemas, luna pelan-pelan keluar dari kamarnya.

Sampai dapur terlihat kedua adiknya lagi asyik bermain kelereng, sesekali kadang dimarahi ibu karena kelerengnya mluncur di area ibu memasak sehingga dirasa mengganggu.

“Sinta, lukman ayo kalau mainan di luar sana.”

Namun, keduanya terus saja asyik bermain tanpa menghiraukan peringatan ibu.

“Dek,, ayo kalau main di luar.” ku raih tangan sinta agar dia merespon ajakanku.

Sinta adalah anak ke tiga jadi dia lebih tua dari pada lukman. Walau cewek, sinta lebih cenderung suka bergaul dengan teman laki-laki daripada perempuan. Diapun lebih suka mainan yang biasa dimainkan cowok dari pada mainan yang biasa dimainkan anak perempuan. Penampilannya terkesan tomboy, sukanya pakai celana dan kaos. Jarang sekali terlihat mengenakan rok apalagi overall.

“Atau ikut kakak aja,,,?”

“Kemana kak,,?”

“Udah ayo pokoknya jalan, tapi kamu udah makan belum?,,, Kalau belum makan dulu yukk!!!..”

Sambil memandang ke arah ibu, luna berharap harumnya aroma sayur soto yang di masak segera ditawarkan untuk dimakan. Namun harapan luna tak sesuai kenyataan. Ibuknya sibuk mencuci piring sambil diam seribu bahasa.

Luna gak enak langsung mau makan, dalam benaknya berpikir “Mungkin dikira aku hanya capek dan malas-malasan gak membantu pekerjaan rumah dan ibuk jadi capek sendiri, sehingga ibuk nyuekin aku??” pikirannya menggelayut tak karuan arah.

Dengan nada lirih dan sopan luna memberanikan diri untuk mengambilkan makan buat adik-adiknya dengan harapan dia nanti juga akan ikut makan.

“Buuuukk… adek tak suapin makan ya??”

“Yo dang diambilin sana toooo, kok yo dadak bilang!!!”

Luna akhirnya makan sambil nyuapin adik-adiknya. Selesai makan, luna melanjutkan niatnya untuk pijat, dan dia berencana ajak adek-adeknya agar mereka gak mengganggu ibunya yang masih sibuk.

Acara makanpun telah usai, luna berangkat pijat mengajak beserta ke dua adeknya.

Pulang pijat luna mendapati bapaknya yang masih mengenakan celana hitam lusuh khas celana dinas ke ladang, sedang ngobrol di rumah depan bersama seseorang. Setelah dia dekati dan amati ternyata orang tersebut adalah salah seorang yang dia kenal.

Dengan langkah pelan dan sopan luna menghampiri bapak dan tamunya. “E,,, pak lek kodin.. Sudah lama di sini?? Kok janur gunung. Ada angin apa yang menghembuskan jenengan sampai di sini?? 

Sudah tadi pak lek??”

Luna mencium tangan pak lek kodin, dia adalah sepupunya bapaknya yang bertempat tinggal di bojonegoro.

“Barusan kok lun, dari mana kamu??? Sekarang udah gede ya, terakhir aku lihat kamu masih setinggi pohon ciplukan…” Sambil senyum kecut tanda meledek.

“Iiiihhh pak lek,,, masak ya sebesar ciplukan to..” sambil ketawa terkekeh-kekeh.

“Udah 3 tahun lo pak lek g ke sini, kemana aja??.” Luna duduk dikursi pas depan pak leknya.

Bapak dan pak leknya kembali melanjutkan pembicaraan yang tadi sempat terputus karena kedatangan luna.

“Din.. kamu kemaren katanya jenguk anak kamu rukayyah dipondok, gimana kabarnya??” (din adalah panggilan akrab bapak memanggil adek sepupunya itu).

“Alhamdulillah sehat kang. Dia sudah kerasan di pondok, teman-temannya baik katanya.” Sesekali memandang luna yang ikut antusias mengikuti pembicaraan mereka.

“Lun, kamukan sudah lulusan to. Mau mondok dimana kamu?” Tanya pak leknya.

Tatapan kecewa seketika terpancar diwajah luna yang ayu, dengan sedikit memainkan mulut sampai terlihat jelas kedua lesung pipinya.

Pandangan, luna belokkan ke arah bapaknya yang juga seksama memandangi muka luna yang terlihat galau tak karuan.

“Heeemmmm,,, gak tau pak lek. Kulo manut sama bapak saja.”

“Kok manut gimana to maksudnya???”

“Hallah din, adeknya luna itu masih 2 yang butuh biaya buat sekolah. Rencanaku dia biar sekolah sambil bekerja gitu kalau mau. Kamu ada to kenalan yang butuh orang buat bantu-bantu. Kalau bisa dekat-dekat pondok rukayyah sana gak papa biar dia sekalian ikut mengaji kalau pas gak ada kerjaan.”

Tiba-tiba pak lek kudin teringat dengan salah satu temannya mondok dulu yang rumahnya dekat dengan pondok rukayyah.

“Ya kang, tapi kalau dekat pondok rukayyah situ aku gak punya kenalan. Coba nanti aku tanyakan temanku, namanya robianto. Dia punya percetakan dan sekarang sukses, banyak tender besar yang dia menangkan. Dia anaknya kayaknya Cuma satu, siapa tahu dia mau dititipi luna. Biar bantu-bantu pekerjaan rumah istrinya. Lagi pula rumahnya deket kok sama sekolahan dan pondok Nurul Huda yang di asuh KH. Abdul Ghoffur, paling Cuma satu kilo.”

Dengan penuh semangat bapak luna menguatkan

“Ya din, coba tanyakan ya semoga dia mau…”

Tak ada untaian kata yang ingin luna ucapkan, hanya wajah tunduk nan pasrah dengan apa yang diputuskan.


BERSAMBUNG ke episode selanjutnya…




By: moshrefa_siti


Monday, 21 January 2019

Sebagai Narablog Langkah Tepat Memanfaatkan Era Digital


Laptop mungil teman setia saat mencari inspirasi (Sumber: koleksi pribadi)

Sejak awal Desember lalu, tepatnya saat berada di tempat terapi alternative menunggu bapak berobat, hari-hariku terasa agak membosankan.  Karena yang biasanya siang hari aku hampir saja tidak ada waktu luang untuk tidur, mulai dari bersih-bersih rumah, ke sekolah, mempersiapkan proses produksi madumongso sampai terkadang kalau kurir berhalangan akhirnya ngurirpun saya lakukan sendiri. Namun, semenjak aku menunggu bapak berobat, mulai pagi hingga petang menjelang yang aku lakukan hanya duduk-duduk santai, mainan handphone, makan dan tidur. 

Setiap waktu senggang ketika bapak tidur atau saat santai tidak perlu bantuan, terkadang aku berfikir dan bertanya pada Tuhan “Tuhan apa yang bisa aku lakukan agar hari-hariku tidak terasa membosankan dan lebih bermanfaat??”. Sampai akhirnya suatu saat aku membuka facebook dan diberanda terdapat salah satu status temanku yang nge share artikel yang telah ditulis di blognya.  Mulai saat itu aku ter inspirasi untuk mengikuti jejak temanku. Menulis menjadi kegiatan rutin yang setiap ada waktu luang aku lakukan. Menunggu bapakpun menjadi terasa moment yang sangat berarti, penuh inspirasi dan menyenangkan.

Sebenarnya menulis sudah sejak dulu aku lakukan walau hanya sekedar puisi kamar, cerita keluh kesahku menjalani hidup maupun cerpen fiktif. Dan semua hanya aku catat disebuah buku yang sekarangpun sudah hilang. Menulis di blog menurutku mempunyai kelebihan yang jauh lebih efektif daripada kita menulis pada naskah/buku seperti yang sebelumnya aku lakukan. Karena ketika kita menulis diblog, bisa dengan mudah kita mengedit, mengarsip dan jika dirasa manfaat bisa langsung kita share.

Inilah era digital, era dimana segala sesuatu bisa dengan mudah kita lakukan tanpa harus bersusah payah membuang banyak waktu maupun tenaga. Era dimana ketika kita bisa bersikap dewasa dalam menghadapinya, maka tidak hanya kemanfaatan dari segi ilmu saja yang kita peroleh. Bahkan, materi/uangpun juga bisa di dapat dengan mudah. Namun sebaliknya, jika tidak bisa bersikap dewasa dalam menghadapi, maka dampak negatif seperti kemerosotan moral, kriminalitas dan yang pasti waktu terbuang sia-sia. Karena dunia digital itu ibarat makhluk halus yang tak terlihat namun mempunyai pengaruh besar terhadap manusia.

Kini, semenjak mengenal dunia blog, aku bisa melampiaskan semua angan yang mengendap dipikiranku . Banyak sekali manfaat yang aku peroleh setelah aku faham bagaimana cara menulis di blog. Adapun manfaat yang aku rasakan antara lain:
1.       Menulis di blog merupakan sarana untuk belajar agar kedepannya tulisanku semakin baik.
2.       Menulis di blog membuatku peka terhadap peristiwa yang sedang terjadi di sekitarku.
3.       Menulis di blog membuatku gemar berbagi pengalaman hidup yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi yang lain.
4.       Menulis di blog membuatku semangat membaca/mencari informasi terkait peistiwa, kata-kata, bahasa, maupun istilah-istilah yang belum aku mengerti.
5.       Menulis di blog membuatku ketagihan untuk terus berfikir apa kiranya yang bisa aku catat dan itu bermanfaat.

Dunia blog memberi pengalaman yang berbeda yang sebelumnya belum pernah aku dapatkan. Rasanya bangga bisa menjadi bagian dari narablog indonesia. Walaupun baru dan masih belajar, aku tidak akan pernah minder maupun kecil hati untuk mempublikasikan tulisanku. Karena dengan dilihat dan dibaca banyak orang, maka akan semakin banyak kesempatan juri yang bisa menilai hasil karyaku. Karena pembaca aku anggap sebagai juri, guru, sahabat dan teman setia yang selalu mensupport agar karya-karyaku kedepannya menjadi lebih baik.

Tulisan pertamaku yang terinspirasi dari keadaan bapakku yang sedang sakit (Sumber: Koleksi pribadi)

Diawali dari tahun 2019 ini, aku bertekad untuk terus menulis dan semoga bisa menjadi narablog profesional. Dan aku akan selalu share tulisanku ke para sahabat, agar mereka juga ikut terinspirasi untuk meninggalkan jejak setiap sejarah dari kehidupan ini pada sebuah tulisan. Agar kelak dapat dibaca, dipelajari dan diambil hikmahnya oleh anak generasi kita selanjutnya. Karena tidak akan ada sejarah tanpa adanya tulisan. Sejarah bisa dipelajari dan diteliti karena adanya bukti-bukti yang tertinggal, salah satunya berupa tulisan yang mereka torehkan dibatu-batuan yang disebut prasasti, maupun berupa dokumen-dokumen penting yang berupa naskah kuno.

Bayangkan andai tidak ada catatan tertulis bagaimana kita bisa mengetahui kapan islam masuk ke indonesia? Kapan nabi Muhammad dilahirkan? Kapan islam Berjaya dan kapan umat islam mengalami kemunduran? Jawaban dari semua itu hanya dapat kita temukan pada sebuah peninggalan yang bernama tulisan. Jadi, mulai sekarang marilah budayakan untuk meluangkan waktu sejenak guna meninggalkan jejak untuk generasimu dalam sebuah tulisan. Yakinlah apapun yang kamu tulis tidak akan sia-sia dan pasti bermanfaat. Walau itu hanya satu orang yang membaca dan dia menerapkan ilmu yang kamu bagi, apakah itu tidak lebih baik dari pada kamu melewatkan satu kesempatan menjadi orang yang bermanfaat?

Aku yakin kalian semua pasti memiliki kemampuan untuk menulis, tinggal mau atau tidak untuk mencoba mengawalinya. Apalagi sekarang di era digital yang dengan mudah kita dapat belajar menulis, dan mempublikasikannya ke public. Tidak seperti dahulu era 90-an yang mana ketika kita punya bakat menulis dan jika ingin mempublikasikannya, kita harus mengajukannya ke pimpinan redaksi media cetak maupun elektronik agar tulisan kita bisa diterbitkan dan nantinya dibaca banyak orang. Karena banyaknya persaingan, tulisan kitapun belum tentu lolos dan diterbitkan.

Di era digital yang serba mudah ini, kayaknya tidak berlebihan jika sebagai narablog adalah salah satu langkah tepat bagi kita untuk ikut serta memanfaatkan kemudahan yang diberikan oleh digital. Dan kita bisa memulai belajar menulis melalui akun media sosial (fb, instagram, tweeter), dan situs blog (Blogger.com, Wordpress, WIX.com, Medium) dan masih banyak lagi media digital yang bisa kalian manfaatkan untuk mengembangkan bakatmu dalam bidang menulis.

Yuk jadikan menulis sebagai budaya, karena dengan menulis anda akan membaca. Dan dengan membaca anda akan menjadi berpengalaman.

Saturday, 19 January 2019

YAYASAN PONPES MAMBAUL HIKMAH


Sekilas Tentang Pondok pesantren Mamba'ul Hikmah Kerten


KH. Imam Ghozali

Pondok Pesantren Mamb'ul Hikmah Kerten didirikan oleh alm. K.H. IMAM GHOZALI, beliau adalah salah satu tokoh pejuang dari ngawi yang ikut merasakan pedihnya hidup berada di bawah tekanan penjajah. Pada masa-masa penjajahan Belanda, beliau merupakan salah satu tokoh pejuang yang gigih menolak adanya kolonialisme.

Walaupun hidup berada pada kondisi yang serba penuh ancaman, beliau tetap konsen di dunia dakwah dan terus mengajarkan ilmu-ilmu agama agar kaum muslim tetap terjaga aqidahnya. Tahap awal yang dilakukan beliau adalah dengan mendirikan Thariqoh Kholidiyah Naqshabandiyah. Dan kegiatan ini pada umumnya hanya di ikuti oleh generasi tua yang mayoritas sudah mendapat julukan mbah.

Namun, pada perkembangan berikutnya para orang tua yang mengikuti suluk Thariqoh menitipkan putra-putranya untuk di didik tentang keagamaan khususnya belajar tentang Al-qur'an, hadits, fiqih dan ilmu-ilmu keislaman yang tertuang dalam kitab-kitab klasik (kuning).

Setelah K.H Imam Ghozali wafat, kepengasuhan pesantren dilanjutkan oleh putra beliau bernama K.H Dimyati (alm.), setelah Kyai Dimyati wafat diteruskan oleh adik beliau K.H Ilyas Maskur (alm.), dan selanjutnya diteruskan oleh putra ke 2 dari Kyai Ilyas yang bernama K.H Much. Dumami dan kepemimpinan ini masih berlangsung sampai sekarang.

KH. Much. Dumami(Gus Dum) bersama La Nyalla Mattalitti (Sumber: www.lensaindonesia.com)


K.H Much. Dumami atau yang lebih akrab di sapa dengan panggilan Gus Dum, beliau merupakan sosok kyai muda yang aktif di kegiatah NU di wilayah Ngawi. Beliau adalah ketua umum Pagar Nusa Ngawi, dan juga beberapa kegiatan lain yang bersifat keagamaan.

Selain itu,  menurut SIAGAINDONESIA.COM pada ajang konferensi cabang (Konfercab) ke IX PCNU Ngawi yang diadakan 15 April 2018 lalu, Gus Dum merupakan salah satu kansidat/figur terkuat yang diinformasikan bakal mendapatkan amanah memimpin nahdliyin di wilayah Ngawi masa khidmat 2018-2023 walau pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, karena ternyata K.H Mohammad Ulinnuha Rozy lah yang lolos sebagai pemenang dengan selisih suara yang sangat tipis.

Sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam kegiatan ormas, tak heran jika beliau dekat dengan beberapa tokoh dari berbagai kalangan dan juga pejabat baik tingkat daerah maupun wilayah. Sehingga sering ketika beberapa tokoh hendak mencalonkan diri menjadi bupati, gubernur maupun bakal calon dewan legeslatif mereka mohon doa restu dan dukungan dari beliau.

Pendidikan Formal Sebagai Penyeimbang Bekal Kesuksesan
 
Dengan berbagai kegiatan dan pengalaman yang Gus Dum miliki, pada akhirnya beliau tersadar bahwa santri jaman sekarang tidak hanya cukup berbekal dengan ilmu pengetahuan agama saja. Karena di era globalisasi yang sarat akan tantangan dan kompetisi, sehingga pengetahuan umum juga penting untuk menjadi bekal para santri kelak.

Sehingga pada tahun 2011, Gus Dum dengan di bantu oleh adek ipar beliau K. Abdul Khalim beseta keponakan beliau Gus Dalhar bersama-sama mendirikan sekolah formal tingkat menengah yakni MTs MAMBA'UL HIKMAH. Dan disusul 4 tahun kemudian tepatnya tahun 2015 berdirilah sekolah tingkat menengah atas yaitu SMA MAM'UL HIKMAH. Dan 3 tahun kemudian tepatnya tahun 2018 lalu resmi didirikan tingkat dasar yaitu MI MAMBA'UL HIKMAH.

Alhamdulillah pada tahun ajaran 2018-2019 ini ada sekitar 350 an santri yang menimba ilmu di bawah naungan YAYASAN PONPES MAMBA'UL HIKMAH yang di pimpin oleh Gus Dum ini.

Menjelang Tahun ajaran baru 2019-2020


Anak adalah anugerah yang dititipkan Allah pada kita. Tugas kita hanya menjaga, membimbing dan memenuhi segala kebutuhan yang diperlukannya. Salah satu kebutuhan anak adalah mendapatkan pendidikan yang layak dan baik.

Pendidikan yang baik, bukan berarti anak harus disekolahkan di sekolah bertaraf internasional ataupun di sekolahan yang mahal dengan fasilitas serba lengkap. Terlebih lagi di era globalisasi dengan akses internet serba mudah dan didukung smartphone canggih serba murah, yang dampak negatifnya terhadap generasi muda sangat terasa, sehingga kita sebagai orang tua harus pintar-pintar memilih pendidikan yang tepat buat anak.

Pengaruh negatif dikalangan anak muda hanya dapat di hadapi dengan bekal ilmu agama, agar mereka menjadi anak yang tidak hanya cakap dibidang ilmu umum. Namun, juga berbudi pekerti mulia sehingga menjadi generasi yang handal dan siap bersaing demi kemajuan bangsa dan Negara.

Demi mewujudkan cita-cita bangsa untuk mencetak generasi yang handal dan berakhlakul karimah, YAYASAN PONPES MAMBAUL HIKMAH di bawah asuhan KH. Much. Dumami (Gus Dum) untuk tahun pelajaran 2018/2019 membuka pendaftaran siswa baru. Jenjang pendidikan yang tersedia meliputi:

   1) Madrasah Ibtidaiyah (MI)
       Kepala Madrasah : Gus Ahmad Dalhar. S.Sy
   2) Madrasah Tsanawiyah (MTs)
       Kepala Madrasah : K. Abdul Khalim M.Pd.I
   3) Sekolah Menengah Atas (SMA)
       Kepala Sekolah : KH. Much. Dumami S.Pd.I

Visi :
“Mencetak generasi masa depan yang bertaqwa, berilmu dan berakhlakul karimah”.

Misi :
   -Menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran islam
   -Menjunjung tinggi nama baik dan almamater Yayasan Pondok Pesantren
   -Menanamkan akhlakul karimah dalam bersikap, berbuat, berkata dan berbusana

Motto :
“DZIKIR, FIKIR DAN AMAL SHOLEH”.

EKSTRAKURIKULER:
- PRAMUKA
- PMR
- HADRAH
- PENCAK SILAT
- MUHADARAH
- KARYA ILMIAH REMAJA
- KALIGRAFI
- QIROATIL QUR’AN
- TAHFIDZUL QUR’AN
 
Acara wisuda khotmil qur'an

Saat meramaikan hari kartini

LDK OSIS

Kemah santri adalah kegiatan rutin setahun sekali

Pelepasan balon pertanda berakhirnya MOS

Upacara saat memperingati hari pahlawan

Pintu masuk Pondok Pesantren Mamba'ul Hikmah Kerten

Mengapa kita memilih MAMBAUL HIKMAH sebagai lembaga pendidikan untuk anak kita?
Apa keunggulan MAMBAUL HIKMAH yang membuat dia beda dengan lembaga umum?

KEUNGGULAN!!
Adapun keunggulan yang menjadi pertimbangan anda untuk menyekolahkan buah hati di MAMBAUL HIKMAH adalah:
-          Terdapat asrama yang nyaman dan memadai bagi siswa yang rumahnya jauh
-          Terdapat program tahfidz bagi siswa yang ingin belajar menghafal al-qur’an
-          Ada beasiswa bagi siswa yang tidak mampu dan siswa berprestasi
-          Kurikulum dikombinasikan antara mata pelajaran agama dengan pelajaran umum

Demikianlah selayang pandang sekilas dari lembaga pendidikan Mambaul Hikmah. Terkait dengan tahun ajaran baru 2019-2020 silahkan simak informasi berikut.

INFORMASI PENDAFTARAN SISWA TAHUN PELAJARAN 2019-2020

Syarat Pendaftaran:
1)      Ijasah terakhir
2)      Mengisi formulir pendaftaran
3)      FC Kartu KIP, KIS, PKH, NISN, KK, Akte, KTP Orang tua
4)      Pas photo warna ukuran   3x4 sebanyak 4 lembar
Semua persyaratan dimasukkan dalam MAP sesuai jenjang pendidikan, sbb:
·         MAP hijau untuk jenjang MI
·         MAP kuning untuk jenjang MTs
·         MAP merah untuk jenjang SMA

Waktu dan tempat pendaftaran:
Setiap hari kerja pukul 7.30 – 13.30
Mulai tanggal 1 Februari – 24 Juli 2019
Tempat pendaftaran:
Di kantor MI, MTs, SMA MAMBA’UL HIKMAH
Jalan Ngawi – Kerten – Jogorogo
Dsn. Kerten rt 10/rw 04
Ds. Teguhan Kec. Paron Kab. Ngawi
Jawa Timur

Bagi 60 siswa pendaftar pertama….!!!
1)        Bebas uang gedung
2)        Bebas SPP
3)        Dapat seragam gratis 4 stel

CONTAC PERSON:
KH. MUCH. DUMAMI, S.Pd.I       (081-2323802)
K. ABDUL KHALIM, M.Pd.I        (081-335245196)
GUS ACHMAD DALHAR, S.Sy    (081-556406297)

Semoga manfaat..

By : moshrefa_siti

Belajar dan belajar

Rinnai Sahabat Setia Bunda Memasak

Dok. Pribadi Memasak adalah kegiatan rumah tangga yang terkadang dianggap ribet dan menjengkelkan bagi sebagian ibu rumah tangga. Apal...