Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, 29 March 2019

PUISI RUMAH YANG SEDERHANA


Lambaian nenek tua itu masih melekat kuat di alam bawah sadarku
Dia selalu menawarkanku untuk singgah di rumahnya
Rumah yang amat sederhana namun hati tenang ketika kita terperangkap di dalamnya
Tiada perabot elektronik yang menghiasi
Semua serba tradisional

Bamboo berongga dan sedikit transparan mejadi penutup ruangannya
Tanah liat hampir menjadi bahan utama dari semua perabotnya
Tapi jika kalian tahu segarnya air kuwali tanah liat itu, kulkasmu akan berlalu
Dia pula miliki tungku memasak yang unique
Tungku dari tanah liat yang dicampur berambut dibentuk sedemikian rupa dan diberi lobang dua
Dan kayu adalah bahan bakarnya

Waktu kecil ketika mengaji di masjid
Tak lupa rumahnya selalu aku singgahi hanya sekadar membasahi tenggorokan
Aku gak sendiri
Ketika kami datang, seakan bagai pasukan menyerbu musuhnya
Namun, tak ada sedikitpun aura kesal risih ataupun marah

Sungguh dia orang tua yang tulus
Dengan rumah sederhananya
Dia meninggalkan kebaikan yang tak akan kami lupakan

Kebaikan bisa datang dari banyak jalan
Lantas kenapa untuk memberi kamu terkadang banyak alasan???

by: Moshrefa_siti

Ngawi, 29 Maret 2019

Wednesday, 13 February 2019

KEMBALI

Dunia tak slamanya nampak mempesona
Kecantikan, kemapanan tak selamanya melekat di raga
Waktu terus mengejar sampai saatnya tiba
Kun fayakun dalam sekejap smua akan binasa

Tuhan itu baik
Dia selalu memberi kesempatan pd hambaNya
Hanya saja dosa mnutupi mata batin mreka

Sujud...
Sujudlah di saat kau masih mampu bangkit sendiri
Itu pertanda smua belum sgera kembali
Dan pintu ampunan Tuhan masih terbuka disini

Kembali...
Kembalilah meniti cita-cita yang pasti
Bangunkan istri, tuk ikut meraihnya bersama
Mengharap ridlonya atas hidup yang fana

Sematkan harapan pd anak cucu jua
Bukankah mereka aset yang ssungguhnya???
This too shall pass
Ingatlah tiada yang abadi di dunia ini..
Senjapun akan menutup hari.

-- moshrefa_siti --


Monday, 7 January 2019

SANG FAJAR


Sumber: https://pixabay.com/id/langit-langit-fajar-476327/


Kutapaki dunia ini dengan berani
Jiwaku meremang muram sunyi menguliti
Setiap nafasku membingkai harapan
Sejengkal anganku mengais kesemuan

Tanganku kosong
Lenganku patah
Begitu sulit melukis keseimbangan

Angkasa gelap berselimut malam
Nuraniku menyeruak
Kemanakah sunyi ini bermuara
Dimanakah kegelapan ini akan berlabuh

Sang fajar datang membiaskan malam
Menggiring sunyi ke peraduannya
Sang fajar datang menuangkan harapan
Gelap merayap meninggalkan petang

Guru…
Kaulah fajarku
Denyut waktuku takkan berlalu tanpa jasamu
Emaspun tak cukup sebagai ganti petuahmu
Hanya menengadah pada Tuhanku
Memanjatkan setitik harapan buatmu
Guna merajut ikatan yang terbelenggu

By : moshrefa_siti




Belajar dan belajar

KERJA CERDAS BUKAN KERJA KERAS

  Sumber : Tribunnews.com Sejak dulu orangtua kita selalu menasehati anak-anaknya untuk bekerja keras agar hidup kita sukses. Namun, anggapa...