![]() |
Sumber : http://sekolahsuper.com/artikel-688_nilai-rapor-anak-jelek-ini-yang-harus-dilakukan.html |
Ayah/bunda pernahkah anda merasa kecewa setelah melihat
hasil ulangan anak anda yang ternyata memiliki nilai tidak
memuaskan versi anda?? Jika hanya karena angka tendensinya, padahal
keseharian mereka rajin dalam menjalankan tugasnya sebagai siswa, maka
sikap anda terhadap mereka adalah salah dan tidak adil. Beda lagi jika
memang si anak yang tiap harinya semaunya sendiri dan tidak bisa dikendalikan.
Kalau memang anak seperti itu, berarti ada yang salah dengan kita. Jangan
salahkan anak, tapi instropeksilah pada diri anda sendiri.
Ayah/bunda jangan pernah mengukur prestasi anak hanya dari
segi nilai ataupun peringkatnya ketika disekolah ya. Karena setiap anak pada
dasarnya lahir lengkap dengan kelebihan
dan kekurangannya masing-masing yang tidak
mungkin sama. Kita sebagai orang tua yang dititipi hanya berkewajiban
membimbing, mengarahkan dan menjaga agar dia tumbuh menjadi generasi yang
bermanfaat.
Jadi jangan pernah kecewa jika nilai matematikanya 6 atau peringkatnya ke-10. Tapi kecewa dan khawatirlah ketika si anak tidak mempunyai sikap disiplin dan tanggung jawab pada kegiatannya. Karena disiplin dan tanggung jawab adalah kunci dan harga mati seseorang untuk bisa meraih kesuksesan.
Jadi jangan pernah kecewa jika nilai matematikanya 6 atau peringkatnya ke-10. Tapi kecewa dan khawatirlah ketika si anak tidak mempunyai sikap disiplin dan tanggung jawab pada kegiatannya. Karena disiplin dan tanggung jawab adalah kunci dan harga mati seseorang untuk bisa meraih kesuksesan.
Peringkat/nilai bagus tidak menjamin anak sukses dimasa
depannya. Apalagi kalau kita hanya memotivasi atau menekan anak dari segi nilai
dan peringkatnya, itu akan membuat dia menjadi anak yang ambisius dan cenderung
menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya. Padahal esensinya bukanlah
hasilnya, namun proses untuk mencapai sesuatu. Proses dimana segala sesuatu itu
butuh perjuangan, kejujuran, kedisiplinan dan doa.
Bimbinglah anak untuk belajar bertanggung jawab dan
disiplin. Buatlah schedule kegiatan anak agar dia tahu kegiatan apa yang harus
dilakukan pada saat-saat tertentu. Dorong dan ingatkan dia terus untuk disiplin
kapan saatnya belajar, kapan saatnya mengaji, kapan saatnya nonton tv, dan
kapan saatnya bermain. Jangan batasi dia untuk bermain dengan teman-temannya,
karena bermain adalah dunia mereka dan permainan yang terbaik adalah permainan
fisik agar sensor motorik mereka terlatih dan membuat badan sehat.
Ketika anak sudah berusaha tanggung jawab dan disiplin,
hargai apapun hasil yang akan dia dapat. Besarkan hatinya dengan terus
menumbuhkan mindset bahwa nilai bukanlah segalanya , namun segala sesuatu
memang butuh penilaian agar kita tahu sejauh mana kemampuannya, dimana letak
kelemahannya serta faham apa bakat dan minatnya. Semua itu bertujuan agar ketika
anak memperoleh nilai/rangking buruk dia tidak down dan ketika memperoleh
nilai/rangking baik anak tidak sombong.
Teruslah support dia untuk melakukan hal-hal yang positif.
Perbanyak mungkin kegiatan ekstra diluar kegiatan sekolah dan mengaji seperti
ikutkan mereka kelas sepak bola, les
melukis, les music dan kegiatan lain yang anda dan anak mampu melakukan.
Mungkin karena factor tertentu sehingga serangkaian kelas les tidak bisa dilakukan, maka cukup sertakan mereka dalam kegiatan-kegiatan anda
seperti ikut menanam tanaman, membantu memasak, atau berpetualang ke sawah ikut
kakek atau neneknya. Langkah ini selain dapat mengurangi anak ketergantungan
pada handphone, cara ini juga efektif untuk melatih anak belajar mandiri,
bersosialisasi, peka terhadap lingkungan dan mempunyai rasa peduli.
Dunia anak merupakan dunia spontanitas dan menyenangkan.
Mereka senang meniru, karena itu merupakan proses pembentukan tingkah laku.
Sehingga dalam konteks ini orang tua benar-benar dibutuhkan kesiapannya untuk
dapat menjadi cermin, guru dan sahabat bagi
anaknya, agar kelak anak menjadi generasi yang mampu menjadi penerus
cita-cita perjuangan agama dan bangsa. Marilah bersama-bersama belajar dan
berusaha menjadi orang tua yang bertanggung jawab sebagai mana seharusnya. Karena
bukankah segala yang dititipkan kepada kita kelak akan dimintai pertanggung
jawabannya….
Salam…
Semoga manfaat..
By : moshrefa_siti
No comments:
Post a Comment